“diam adalah emas,” itu kata sebagian orang bijak.
Namun aku tidak sependapat.
kau, aku, dan mereka harus terima!
Saat mulut tak lagi harus bersuara, jemari telah resmi menjadi penggantinya.
Jika mulut kadang terbata berucap, jemari justru keluar jalur.
Jika mulut kadang bergetar mengucap kata, jemari justru tak kenal gugup.
Olehnya, kau boleh sengaja melempar kerikil di atas sungai yang tenang untuk kau lihat gelembungnya,
tetapi jangan fikir kerikil itu hilang begitu saja, karena kupastikan ia akan kembali lagi pada jemarimu untuk bertanya “mengapa kau melempar?”

0 komentar:
Posting Komentar