Sabtu, 13 Agustus 2022

Teman Hidup


Pasanganmu adalah orang yang tidak sedarah denganmu, namun ia selalu berada dipihakmu.

ia bukanlah seseorang yang selalu ada untukmu, namun ia pasti selalu ada disaat yang tepat.

Bukan, bukanlah dia yang membahagiakanmu, tapi Allah-lah yang memberimu rasa itu melalui perantaranya. 

Ia memberikanmu cokelat, karena Allah yang menggerakkan hatinya. Ya., sampai pada sesederhana itu.

Level tertinggi dalam mencintai pasangan adalah, tak lagi berharap ia selalu membahagiakanmu, 

tak lagi  bersedih karena tidak menjadi seperti yang kau harapkan. 

Apa-apa yang membuat pasanganmu bahagia, itu sudah lebih dari cukup.



Continue reading Teman Hidup

Dia, si Pelita.


Sebut saja ia si paling cengeng, tapi sok kuat

panggil saja ia si paling bijak, tapi sok tegar

tapi bolehkah ia dipanggil si tukang menyesal?

kupastikan ia pasti meringis, karena tak mampu mengelak.


Dia dengan sejuta pemikirannya yang ruwet,

sampai-sampai tak bisa tidur sebelum memastikan pintu telah terkunci.

dia yang menghabiskan waktu untuk mengerti namun takut dibenci.

sungguh, si tukang peduli yang merepotkan.


Padahal bisa saja ia bersikap acuh,

melontarkan kalimat pahit tanpa ragu,

menutup mata dan telinga untuk kabar candu.

tapi lagi-lagi ia si peka yang menyebalkan.

Itulah dia, yang selamanya akan menjadi si Pelita.





Continue reading Dia, si Pelita.

Kamis, 11 Agustus 2022

Lelaki- Ku..


Apa yang paling menyakitkan selain senyum yang berubah menjadi muram.
apa yang paling menyedihkan selain tawa yang berubah menjadi isakkan.
Selalu baik, itulah harapan,
Harapan untuk orang yang kita cintai.

Tak peduli dengan hukum dunia , kita ingin semuanya baik-baik saja.
Bahkan seakan tak ada kompromi untuk sedikitpun perubahan.

Kita maunya, ia selalu sehat
Kita maunya, ia selalu bahagia
Kita maunya, ia selalu tertawa lepas
Kita maunya, ia selalu baik-baik saja.
Dengan begitu hati terasa lega, bak tali yang terlepas. 

Lelaki-ku, 
Bahagiakah dirimu selama ini?
bersamaku, yang banyak kurangnya.
Continue reading Lelaki- Ku..

Kamis, 28 Juli 2022

Jemari Yang Tak Punya Hati

 “diam adalah emas,” itu kata sebagian orang bijak.

Namun aku tidak sependapat.

kau, aku, dan mereka harus terima!

Saat mulut tak lagi harus bersuara, jemari telah resmi menjadi penggantinya.

Jika mulut kadang terbata berucap, jemari justru keluar jalur.

Jika mulut kadang bergetar mengucap kata, jemari justru tak kenal gugup.

Olehnya, kau boleh sengaja melempar kerikil di atas sungai yang tenang untuk kau lihat gelembungnya, 

tetapi jangan fikir kerikil itu hilang begitu saja, karena kupastikan ia akan kembali lagi pada jemarimu untuk bertanya “mengapa kau melempar?” 

Continue reading Jemari Yang Tak Punya Hati

Ijinkan Aku, Sebelum itu..


Oh. Haii..,

Selamat datang, di halamanku ,-

Ya, untuk mengawali postingan pertamaku ini, aku hanya ingin berterimakasih pada diriku sendiri, yang sudah melewati banyak hal yang sebenarnya perlu dan tidak perlu terjadi dalam hidupku, ya termasuk memutuskan untuk kembali menulis- yang mana sempat ku lari padanya.

Rindu. Apa lagi yang bisa membuat seseorang kembali selain rindu. Ia adalah satu kata ajaib yang mewakili seluruh rangkaian kalimatku saat ini, aku rindu menulis ditengah suara rintik hujan diatas atap, aku rindu menulis disaat semua mata terpejam lelap,

Ya dan aku merindu, saat membaca kembali tulisan-tulisanku yang usang.

Continue reading Ijinkan Aku, Sebelum itu..